Mengenal Lebih Dekat Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Temulawak adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang menjadi ikon rempah pengobatan tradisional nusantara. Rimpang berwarna jingga terang ini merupakan komponen utama dalam tradisi meramu jamu untuk menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki pencernaan, serta merawat kesehatan fungsi hati.
Klasifikasi Taksonomi Tanaman
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Spesies: Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Morfologi dan Deskripsi Botani
Temulawak merupakan tumbuhan terna berbatang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, dengan tinggi dapat mencapai 2 meter. Daunnya berbentuk lebar, panjang, berwarna hijau atau kadang memiliki garis ungu kecoklatan di sepanjang tulang daunnya. Bagian bawah tanah membentuk sistem rimpang (rhizoma) yang terdiri dari rimpang induk besar berbentuk bulat (empu) dan rimpang cabang yang lebih panjang. Irisan daging rimpangnya berwarna jingga tua atau kuning kecoklatan, beraroma aromatik khas yang kuat, dan berasa agak pahit pedas.
Farmakognosi dan Simplisia Rimpang Temulawak
Simplisia dari rimpang temulawak resmi terdaftar dalam literatur farmakope herbal sebagai Curcumae Rhizoma.
Pemanenan & pengolahan: rimpang dipanen saat bagian di atas tanah mulai mengering (biasanya pada musim kemarau saat kandungan zat aktif di dalam rimpang berada pada tingkat optimal). Rimpang dibersihkan dari tanah, diiris tipis secara melintang, lalu dikeringkan menggunakan alat pengering atau dijemur hingga kadar airnya di bawah 10% agar awet disimpan.
Kandungan kimia : mengandung minyak atsiri (tersusun atas phellandrene, camphor, tumerol), zat warna kurkuminoid (yang didominasi oleh senyawa kurkumin dan desmetoksikurkumin), serta komponen amilum yang tinggi.
Efek farmakologi & khasiat: temulawak terkenal sebagai hepatoprotektor alami yang melindungi sel-sel hati dari kerusakan. Selain itu, rimpang ini berfungsi sebagai stomakik (menambah nafsu makan), cholagogue-choleretic (memperlancar pengeluaran cairan empedu), antiinflamasi, serta penurun kadar kolesterol darah.
Aplikasi untuk keluarga
- Tetapkan tujuan, siapa yang akan mengkonsumsi
- Tetapkan jenis herbal, apakah cukup temulawak atau akan ditambah dengan herbal lain seperti asam jawa, atau lemon? Siapkan bahan lainnya, misalnya air, madu.
- Siapkan peralatan sesuai kebutuhan yang berhubungan mau mengolah dengan cara bagaimana. Siapkan seperti pisau, gelas, talenan, air panas atau kompor jika mau direbus
- Pastikan bahan dan peralatan bersih, temulawak bisa disiapkan sebanyak 1-2 jari pengguna, tumbuh atau geprek
- Cara mengolah dengan diseduh, letakkan temulawak ke dalam gelas, masukkan air panas 150 cc, tutup gelas, tunggu hangat, minum sekaligus. Bisa ditambahkan herbal, pemanis sesuai selera.
Ramuan sederhana di atas dapat menguatkan lambung dan mengembalikan fungsi lambung yang sudah luka karena maag kronis.
Referensi :
- Investigation of Antioxidant and Hepatoprotective Activity of Standardized Curcuma xanthorrhiza RhizomeDevaraj, S., et al. (2014).
- Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological ActivitiesRahmat, E., et al. (2021).
- Antiinflammatory effect of Curcuma xanthorrhiza Roxb. and its active principlesOzaki, Y. (1990). J
- Xanthorrhizol: a review of its pharmacological activities and anticancer propertiesOon, S. F., et al. (2015).
- Buku Saku Toga Kementrian Kesehatan, 2019