Skip ke Konten
29 Juli 2026 ‌​​‌︄⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁡‍⁢⁤‍‍‍︂‍​‍‍⁡︅⁡︂⁡⁠⁡⁣‍‍⁠︃oleh
Herbal Medicine
‌​​‎︃⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁢︂‍​‏︄⁡︅‍​⁡‎⁡︅⁡︃⁡︃⁡⁠⁡︄⁢‏⁢‎‍​⁢⁤⁡⁠⁢‏‍‍‍︂‍​‍‍⁢︂‍​‏‍⁡⁠⁡︂⁢⁠⁡︃‍​⁡‌⁡‏⁡‌‍​⁡︁⁡︅⁡︃⁡⁠⁡︄⁢‏⁡‌⁢‍‍‍⁠︃| Belum ada komentar


‌​​‏⁠⁠︁‍‍

6 Herbal atasi Keputihan (Leukore)

Keputihan atau secara medis disebut leukore adalah kondisi yang lumrah dialami oleh wanita. Cairan yang keluar dari vagina sebenarnya berfungsi secara alami untuk membersihkan dan melindungi organ kewanitaan dari infeksi. Namun, jika jumlahnya berlebihan, berubah warna (kekuningan atau kehijauan), berbau tidak sedap, serta disertai rasa gatal atau perih, hal tersebut menandakan keputihan patologis (tidak normal) yang memerlukan perhatian khusus.

Penyebab keputihan yang tidak normal sangat beragam, mulai dari infeksi jamur (Candida), bakteri, parasit, perubahan hormon, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh akibat kelelahan fisik.

Kabar baiknya, alam Indonesia menyediakan berbagai macam tanaman obat keluarga (TOGA) yang ampuh untuk merawat kesehatan reproduksi wanita. Agar Anda tidak bingung atau kesulitan mencari bahan baku ketika salah satu tanaman tidak tersedia di sekitar rumah, berikut adalah 6 pilihan herbal alternatif yang terbukti secara empiris dan ilmiah dapat membantu mengatasi keputihan:

1. Daun Sendok (Plantago major)

Daun sendok adalah salah satu tanaman liar berkhasiat yang sering tumbuh di pekarangan. Tanaman ini kaya akan kandungan flavonoid, aukubin, dan senyawa antimikroba. Senyawa aktif tersebut bekerja efektif untuk meredakan peradangan di saluran kemih dan organ reproduksi serta membantu melawan bakteri penyebab keputihan.

2. Tapak Liman (Elephantopus scaber)

Tapak liman dikenal luas dalam tradisi jamu Nusantara sebagai herba penurun panas dan antiradang yang kuat. Kandungan elephantopin dan sifat antibakterinya sangat membantu membersihkan lendir berlebih pada organ kewanitaan sekaligus mempercepat pemulihan infeksi ringan di area intim.

3. Kunyit (Curcuma longa)

Rimpang kuning yang satu ini sudah tidak asing lagi di dapur rumah tangga. Kunyit mengandung zat aktif utama bernama kurkumin yang bersifat sebagai antioksidan kuat, antibakteri, dan antijamur alami. Konsumsi air rebusan kunyit secara teratur membantu menekan pertumbuhan jamur Candida albicans yang kerap menjadi dalang di balik keputihan gatal.

4. Sirih Hijau (Piper betle)

Daun sirih hijau telah berabad-abad diandalkan oleh para perempuan Nusantara untuk merawat kebersihan organ intim. Kandungan minyak atsiri yang terdiri dari chavicol, kavibetol, dan eugenol memiliki daya antiseptik, antibakteri, serta antijamur yang sangat kuat untuk mengatasi infeksi penyebab keputihan berbau tajam.

5. Temu putih (Curcuma zedoaria))

Sesuai dengan namanya, temu yang berwarna putih, rimpang yang satu ini sering menjadi persamaan dari temu mangga, padahal dari penampakan dan aromanya berbeda. Salah satu jenis empon-empon rimpang yang secara empiris telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk kesehatan perempuan. Rimpang ini kaya akan kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri yang bersifat sebagai antiinflamasi dan antibakteri kuat, sehingga sangat membantu meredakan peradangan serta menekan infeksi penyebab keputihan.

6. Temu Kunci (Boesenbergia rotunda)

Empon-empon tradisional ini memiliki aroma khas dan khasiat farmakologis yang luar biasa. Temu kunci mengandung senyawa pinostrobin yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Air rebusan temu kunci sangat baik untuk menyegarkan tubuh sekaligus membantu mengatasi keluhan keputihan pada wanita.

Panduan Penggunaan 

Anda dapat memilih salah satu atau mengombinasikan beberapa bahan di atas (seperti kombinasi daun sendok dan tapak liman) dalam bentuk simplisia kering atau segar untuk direbus sebagai ramuan herbal harian. Pastikan bahan dicuci bersih dan diolah dengan takaran yang wajar. Gunakan prinsip 3J 1 C, (Jenis, Jumlah, Jadwal, Cara mengolah dan cara memanfaatkan). 

  • Catatan penting: jika setelah 5 hingga 7 hari perawatan mandiri keluhan keputihan tidak kunjung membaik, disertai nyeri panggul, atau berdarah di luar siklus haid, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan atau tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

#Konsultasi produk (free)
#Konsultasi dokter

Referensi 

  1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2001). Materika Medika Indonesia, Jilid VIII. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

  2. Dalimartha, S. (2008). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 5. Jakarta: Pustaka Bunda.

  3. Samuelsen, A. B. (2000). The traditional uses, chemical constituents and biological activities of Plantago major L. A review. Journal of Ethnopharmacology, 71(1-2), 1-21.

  4. World Health Organization (WHO). (2007). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants (Volume 3). Geneva: World Health Organization.

  5. Hariana, A. (2013). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 2. Jakarta: Penebar Swadaya.

⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁠‎⁢‏⁡‌⁢‍⁢‏‍​⁢⁢⁢‍⁡⁤⁢‏⁡⁤⁡︄⁡⁢‍​⁡⁣⁡⁠⁢‍⁡⁠‍︄‍︄‍︄‍‍‍︂‍​‍‍‏︃⁢⁠⁡︂⁡‌⁡⁤‍​⁡︃⁡⁠⁡︄⁢⁠⁡︂⁡⁤⁢‎‍​⁡‏⁡⁤‍​⁢‎⁡⁤⁡︄⁡⁤‍︄‍︄‍︄‍‍⁠︃

‌​​‍‍⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁡⁤⁡︄‍‍‍︂‍​‍‍⁡‏⁡⁤‍​⁡‏⁡‌⁡︂⁡‌⁡︃‍‍⁠︃di dalam Tanaman Obat
Herbal Medicine 29 Juli 2026
‌​​‎⁠⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁠‎⁡⁣⁡‌⁢‍⁡⁠‍​⁢‏⁡⁣⁡⁤⁢‎‍​⁢​⁡︅⁢‎⁢‏‍‍‍︂‍​‍‍⁠‎⁡⁣⁡‌⁢‍⁡⁠‍​⁢​⁡︅⁢‎⁢‏‍​⁡⁤⁡︄⁡⁤‍‍⁠︃Share post ini
‌​​‍︅⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍‏︅⁢⁠⁢‍‍​⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢⁢‎‍‍‍︂‍​‍‍‏‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍︃⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍​⁡︁⁡‌⁡︃⁡⁤‍‍⁠︃Blog-blog kami
‌​​‍‏⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍‏‌⁢‍⁡‎⁡⁣⁡⁤⁢⁡⁡⁠‍‍‍︂‍​‍‍‏‌⁢‍⁢‎⁡⁤⁢​‍‍⁠︃Arsip
‌​​‎‍⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍‎︂⁡‍‎︄⁠‎⁡⁤⁡⁢⁡︄‍​⁡⁤⁡︄‎︂‍︅⁡‍‎︄‍‍‍︂‍​‍‍‎︂⁡‍‎︄‏︃⁡‌⁢‎⁢⁠⁡︁‎︂‍︅⁡‍‎︄‍‍⁠︃Masuk ‌​​‏⁠⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍⁢‏⁡︅‍​⁡︂⁡⁠⁡‌⁢⁡⁡⁠‍​⁡‌‍​⁡‎⁡︅⁡︃⁡︃⁡⁠⁡︄⁢‏‍‍‍︂‍​‍‍⁢⁠⁡︄⁢‏⁢⁠⁡︁‍​⁡︃⁡⁠⁡︄⁡⁤⁡︄⁡⁢⁡⁢⁡‌⁡︂⁡︁⁡‌⁡︄‍​⁡︁⁡︅⁡︃⁡⁠⁡︄⁢‏⁡‌⁢‍‍‍⁠︃untuk meninggalkan komentar
5 Manfaat Cakar ayam untuk Kesehatan keluarga
Tanaman liar
‌​‌︅︀⁠︁‍‍⁢⁢⁡⁠⁡‍⁢‎⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︅⁡‍⁡︂⁡︅⁡⁢‍‍‍︂‍​‍‍‎︂⁢‎⁢​⁡‌⁡︄‍​⁡‎⁡︂⁡‌⁢‎⁢‎‎︃⁠︂‍‍⁡⁣‎‏‍​⁡‏‍︃⁡⁤⁡︄⁡︂⁡⁤⁡︄⁡⁠‍︃⁡‍⁡︂⁡︅⁡‎⁡︁‍​⁢​⁢⁤‍︃‎‌‍​⁢​⁢⁣‍︃‎‍‍​⁢‍⁡︅⁢⁠⁡︄⁡‏⁡⁠⁡‏‍︃‎‌‍​⁢‏⁡⁠⁢⁣⁢‏‍︃⁢⁢⁡⁣⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︂‍‍‎︄⁠︂⁡︄‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‎︂⁡⁤‍​⁡‎⁡︂⁡‌⁢‎⁢‎‎︃⁠︂‍‍⁡⁡⁡‌‍​⁡⁡⁡‌‍︃⁡‌⁡︄⁡⁢⁡︂⁡⁠‍︃⁢‍⁡⁤⁡⁢⁡⁣⁢‏‍​⁡⁡⁡‌‍︃‎‎⁢⁣‍​⁢‏⁡⁠⁢⁣⁢‏‍︃⁢⁢⁡⁣⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︂‍‍‍​⁡‌⁢‍⁡⁤⁡‌‍︃⁡︂⁡‌⁡‍⁡⁠⁡︂‎︃⁠︂‍‍⁠‍⁡⁠⁡‌⁡‏‍​⁡︄⁡⁠⁢⁣⁢‏⁠︂‍‍‍​⁢‏⁡⁤⁢‏⁡︂⁡⁠‎︃⁠︂‍‍⁠‍⁡⁠⁡‌⁡‏‍​‏︄⁡⁠⁢⁣⁢‏⁠︂‍‍‍︅‎︄⁠︂⁡︄‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‎︂‍︅⁢‎⁢​⁡‌⁡︄‎︄‍‍‍︂‍​‍‍‎︂⁢‎⁢​⁡‌⁡︄‍​⁡‎⁡︂⁡‌⁢‎⁢‎‎︃⁠︂‍‍⁡⁣‎‏‍​⁡‏‍︃⁡⁤⁡︄⁡︂⁡⁤⁡︄⁡⁠‍︃⁡‍⁡︂⁡︅⁡‎⁡︁‍​⁢​⁢⁤‍︃‎‌‍​⁢​⁢⁣‍︃‎‍‍​⁢‍⁡︅⁢⁠⁡︄⁡‏⁡⁠⁡‏‍︃‎‌‍​⁢‏⁡⁠⁢⁣⁢‏‍︃⁢⁢⁡⁣⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︂‍‍‎︄⁠︂⁡︄‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‎︂⁡⁤‍​⁡‎⁡︂⁡‌⁢‎⁢‎‎︃⁠︂‍‍⁡⁡⁡‌‍​⁡⁡⁡‌‍︃⁡‌⁡︄⁡⁢⁡︂⁡⁠‍︃⁢‍⁡⁤⁡⁢⁡⁣⁢‏‍​⁡⁡⁡‌‍︃‎‎⁢⁣‍​⁢‏⁡⁠⁢⁣⁢‏‍︃⁢⁢⁡⁣⁡⁤⁢‏⁡⁠⁠︂‍‍‍​⁡‌⁢‍⁡⁤⁡‌‍︃⁡︂⁡‌⁡‍⁡⁠⁡︂‎︃⁠︂‍‍⁠‍⁡⁠⁡‌⁡‏‍​⁡︄⁡⁠⁢⁣⁢‏⁠︂‍‍‍​⁢‏⁡⁤⁢‏⁡︂⁡⁠‎︃⁠︂‍‍‏‍⁡‌⁡‎⁡‌‍​‏‍⁡⁠⁢‍⁡⁤⁡︁⁢⁠⁢‏⁡︄⁢⁤⁡‌⁠︂‍‍‍︅‎︄⁠︂⁡︄‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‍​‎︂‍︅⁢‎⁢​⁡‌⁡︄‎︄‍‍⁠︃